Cita-cita
menjadikan sumsel terdepan menuju sumsel gemilang memang sudah menjadi
visi H. Alex
Noerdin ketika mencalonkan diri menjadi gubernur sumsel tahun 2008 lalu. Salah satunya adalah berupaya menjadikan sumsel sebagai provinsi pertama yang mewujudkan kereta monorel. Karenanya, awal 2012 provinsi terkaya kelima di indonesia itu, mulai studi untuk pembangunan monorel. “awal 2012 mulai tudi. Insya Allah 2013 bangun (monorel), “kata sosok peraih rekor MURI untuk kategori realisasi janji kampanye tercepat ini.
Noerdin ketika mencalonkan diri menjadi gubernur sumsel tahun 2008 lalu. Salah satunya adalah berupaya menjadikan sumsel sebagai provinsi pertama yang mewujudkan kereta monorel. Karenanya, awal 2012 provinsi terkaya kelima di indonesia itu, mulai studi untuk pembangunan monorel. “awal 2012 mulai tudi. Insya Allah 2013 bangun (monorel), “kata sosok peraih rekor MURI untuk kategori realisasi janji kampanye tercepat ini.
Niat sumsel membangun monorel ini
terobsesi setelah DKI jakarta gagal membuat jalur transportasi massal
itu. Pembangunan monorel juga dalam upaya mendorong kemajuan sistem
trasportasi di Sumsel. Rencananya, monorel ini akan melintas dari
simpang bandara sultan mahmud badarudin (SMB) II menuju JSC. Meski masih
dalam tahap perencanaan, namun pembangunan monorel nantinya dapat
menjadi daya tarik sumsel di mata dunia. “Apalagi saat ini, sumsel
tengah mengajukan diri sebagai tuan rumah asian games 2018, sehingga
penunjang kelancaran transportasi menjadi mutlak di lakukan sumsel,
“jelas gubernur.
Di banyak negara maju dengan
tingkat kerawanan macet, pembangunan monorel sudah menjadi suatu hal
yang lumrah. Monorel merupakan sebuah metro atau rel dengan jalur yang
terdiri dari rel tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki
dua rel pararel sehingga dengan sendirinya, kereta lebih lebar daripada
relnya. Biasanya rel terbuat dari beton dan roda keretanya terbuat dari
karet, sehingga tidak sebising kereta konvensional.
Sampai
saat ini terdapat dua jenis monorel, yaitu tipe straddle-beam dimana
kereta berjalan diatas rel dan tipe suspended dimana kereta bergantung
dan menuju dibawah rel. Pembangunan monorel di Palembang, sebagaimana
digagas Gubernur Sumsel, sesungguhnya akan memberikan keuntungan.
Monorel, membutuhkan ruang yang kecil baik ruang vertikal maupun
horizontal. Lebar yang diperlukan adalah selebar kereta dan karena
dibuat diatas jalan, hanya membutuhkan ruang untuk tiang penyangga.
Di
samping itu, monorel lebih “ringan” daripada kereta konvensional dengan
rel terelevasi dan hanya menutupi sebagian kecil langit. Tidak bising
karena menggunakan roda karet yang berjalan di beton. Bisa menanjak,
menurun dan berbelok lebih cepat dibanding kereta biasa. Lebih aman
karena dengan kereta yang memegang rel, resiko terguling jauh lebih
kecil. Resiko menabrak pejalan kaki pun sangat minim,serta lebih murah
unutk dibangun dan dirawat dibanding kereta bawah tanah.
Sistem
monorel telah dibangun di banyak negara di dunia. Banyak diantaranya
adalah rel tinggi melintasi wilayah ramai yang mungkin akan membutuhkan
pembangunan jalur bawah tanah yang mahal atau kerugian dari jalur atas
tanah. Seperti jepang telah menggunakan monorel untuk transit cepat
ditujuh kota. Termasuk tokyo dan osaka-monorel tokyo membawa sekitar 100
juta penumpang setiap tahunnya. Demikian pula monorel Kuala Lumpur
Malaysia dan kereta Maglev shanghai adalah monorel komersial pertama
yang menggunakan tekhnologi maglev transrapid dan jerman.
Pada
intinya pembangunan monorel ini sangat mambantu mobilisasi dan
transportasi masyarakat. Sehingga terhindar dari kerawanan macet.
Apalagi, kedepan penduduk kota palembang lebih 1.5 juta jiwa dengan
tingkat perekonomian yang baik, sehingga semakin banyak kendaraan, baik
roda dua maupun roda empat, yang membawa ekses timbulnya rawan
kemacetan.
Selain berencana membangun monorel, pemerintah provinsi sumsel bakal membangun 2 buah jembatan lagi untuk menunjang kelancaran arus transportasi di bumi sriwijaya. Yakni jembatan musi III dan IV sebagai langkah antisipasi kita menekan kemacetan di Palembang, terutama demi menjaga ketahanan jembatan ampera dan musi II. Mudah-mudahan cita-cita mulia dan pro rakyat inisegera terwujud.
Selain berencana membangun monorel, pemerintah provinsi sumsel bakal membangun 2 buah jembatan lagi untuk menunjang kelancaran arus transportasi di bumi sriwijaya. Yakni jembatan musi III dan IV sebagai langkah antisipasi kita menekan kemacetan di Palembang, terutama demi menjaga ketahanan jembatan ampera dan musi II. Mudah-mudahan cita-cita mulia dan pro rakyat inisegera terwujud.
JAKARTA -
Di bawah kepemimpinan Alex Noerdin, Sumatera Selatan (Sumsel) secara
signifikan mampu menjadi provinsi maju dan berkembang. Dan
diperkirakan, dua sampai tiga tahun ke depan, Sumsel bakal menjadi
yang terdepan di Indonesia. Sejumlah kemajuan yang berhasil dicapai
dibeberkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam peringatan HUT ke 66
Sumsel di Palembang, kemarin.
Alex mengatakan, HUT Sumsel kali ini diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah, kemajuan, dan perkembangan Sumsel untuk menjadi provinsi terdepan di Indonesia, yang bermuara pada Sumsel Gemilang. Cita-cita serta harapan ini tentu bukan tak mungkin tercapai. Mengingat jika pada 2009, posisi Sumsel berada pada urutan 16 nasional. Pada 2012 ini, Sumsel menduduki peringkat sembilan nasional di bidang pembangunan daerah.
"Sumsel saat ini sedang bagus-bagusnya. Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin, dua sampai tiga tahun ke depan, Sumsel makin terdepan di Indonesia," kata Alex yang juga calon Gubernur DKI Jakarta itu.
Alex menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sumsel dalam kurun waktu empat tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Laju pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada 2009 sebesar 4,1 persen dan pada 2010 meningkat menjadi 5,4 persen. Sementara hingga triwulan III/2011 kembali meningkat secara signifikan menjadi 6,1 persen.
Sedangkan, untuk jumlah penduduk miskin di Sumsel pada 2009 sebesar 16,28 persen, pada 2010 angka itu berkurang menjadi 15,47 persen, dan pada 2011 kembali mengalami penurunan drastis hingga mencapai 14,24 persen. Capaian ini juga lebih rendah dari target RPJMD, yakni 16,24 persen pada 2010 dan 15,49 persen pada 2011."Memang penurunan angka kemiskinan ini belum begitu maksimal, tapi dengan program strategis, angka kemiskinan ke depan makin berkurang," ujar Alex.
Demikian pula dengan indeks pembangunan manusia (IPM) Sumsel juga mengalami peningkatan dari sebesar 72,61 pada 2009 menjadi 72,95 di 2010. Angka ini melebihi IPM Nasional yang sebesar 72,27, bahkan IPM ini menempatkan provinsi Sumsel di posisi 10 nasional. Meski secara keseluruhan program yang telah digulirkan terbilang sukses,
menyambut perayaan HUT ke 66 Provinsi Sumsel ini, Alex berjanji akan terus meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, yang telah dipersiapkannya melalui sejumlah program strategis, di antaranya mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah minimal 6,5 persen per tahun.
Selain, penyediaan infrastruktur strategis, yaitu mendorong realisasi proyek-proyek yang terdapat dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sumatera seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Apiapi, sejumlah ruas jalan tol, Jembatan Musi III, monorel, dan fly over, underpass, dan beberapa agenda pembangunan lainnya. "Dengan bermodal sumber daya alam (SDA) yang demikian besar dan didukung dengan konsep pembangunan yang strategis dan terukur, kita optimis perekonomian Sumsel akan tumbuh baik, bahkan menjadi yang terdepan di tingkat nasional," beber Alex.
Selain itu, membawa nama Sumsel diakui dia sangat berat karena beban moral yang dipikul lantaran Sumsel berasal dari ibu kota Sriwijaya. "Seperti saya sampaikan, Sumsel harus menjadi yang terdepan di Indonesia dalam bidang apa saja, karenanya tadi saya ajak komponen masyarakat, mari kita sudah bagus peringkat ke 9 kalau dalam 3 tahun bisa masuk dalam 3 besar," kata cagub DKI Jakarta yang diusung Partai Golkar, PPP, PDS dan didukung 20 parpol non parlemen itu.
Ditambahkan dia , proyek jembatan Musi III akan tetap dilaksanakan, kalau perlu sampai Musi VI. Rangkaian peringatan HUT ke 66 Sumsel diawali dengan Rapat Paripurna Istimewa VIII DPRD Sumsel. Rapat dihadiri ketua dan anggota DPRD Sumsel, Gubernur Sumsel dan jajaran, bupati dan wali kota, Gubernur se-Sumatera, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansur, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo dan tokoh nasional, anggota DPR RI, Dodi Reza Alex dan anggota DPD RI.
Alex mengatakan, HUT Sumsel kali ini diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah, kemajuan, dan perkembangan Sumsel untuk menjadi provinsi terdepan di Indonesia, yang bermuara pada Sumsel Gemilang. Cita-cita serta harapan ini tentu bukan tak mungkin tercapai. Mengingat jika pada 2009, posisi Sumsel berada pada urutan 16 nasional. Pada 2012 ini, Sumsel menduduki peringkat sembilan nasional di bidang pembangunan daerah.
"Sumsel saat ini sedang bagus-bagusnya. Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin, dua sampai tiga tahun ke depan, Sumsel makin terdepan di Indonesia," kata Alex yang juga calon Gubernur DKI Jakarta itu.
Alex menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sumsel dalam kurun waktu empat tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Laju pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada 2009 sebesar 4,1 persen dan pada 2010 meningkat menjadi 5,4 persen. Sementara hingga triwulan III/2011 kembali meningkat secara signifikan menjadi 6,1 persen.
Sedangkan, untuk jumlah penduduk miskin di Sumsel pada 2009 sebesar 16,28 persen, pada 2010 angka itu berkurang menjadi 15,47 persen, dan pada 2011 kembali mengalami penurunan drastis hingga mencapai 14,24 persen. Capaian ini juga lebih rendah dari target RPJMD, yakni 16,24 persen pada 2010 dan 15,49 persen pada 2011."Memang penurunan angka kemiskinan ini belum begitu maksimal, tapi dengan program strategis, angka kemiskinan ke depan makin berkurang," ujar Alex.
Demikian pula dengan indeks pembangunan manusia (IPM) Sumsel juga mengalami peningkatan dari sebesar 72,61 pada 2009 menjadi 72,95 di 2010. Angka ini melebihi IPM Nasional yang sebesar 72,27, bahkan IPM ini menempatkan provinsi Sumsel di posisi 10 nasional. Meski secara keseluruhan program yang telah digulirkan terbilang sukses,
menyambut perayaan HUT ke 66 Provinsi Sumsel ini, Alex berjanji akan terus meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, yang telah dipersiapkannya melalui sejumlah program strategis, di antaranya mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah minimal 6,5 persen per tahun.
Selain, penyediaan infrastruktur strategis, yaitu mendorong realisasi proyek-proyek yang terdapat dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sumatera seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Apiapi, sejumlah ruas jalan tol, Jembatan Musi III, monorel, dan fly over, underpass, dan beberapa agenda pembangunan lainnya. "Dengan bermodal sumber daya alam (SDA) yang demikian besar dan didukung dengan konsep pembangunan yang strategis dan terukur, kita optimis perekonomian Sumsel akan tumbuh baik, bahkan menjadi yang terdepan di tingkat nasional," beber Alex.
Selain itu, membawa nama Sumsel diakui dia sangat berat karena beban moral yang dipikul lantaran Sumsel berasal dari ibu kota Sriwijaya. "Seperti saya sampaikan, Sumsel harus menjadi yang terdepan di Indonesia dalam bidang apa saja, karenanya tadi saya ajak komponen masyarakat, mari kita sudah bagus peringkat ke 9 kalau dalam 3 tahun bisa masuk dalam 3 besar," kata cagub DKI Jakarta yang diusung Partai Golkar, PPP, PDS dan didukung 20 parpol non parlemen itu.
Ditambahkan dia , proyek jembatan Musi III akan tetap dilaksanakan, kalau perlu sampai Musi VI. Rangkaian peringatan HUT ke 66 Sumsel diawali dengan Rapat Paripurna Istimewa VIII DPRD Sumsel. Rapat dihadiri ketua dan anggota DPRD Sumsel, Gubernur Sumsel dan jajaran, bupati dan wali kota, Gubernur se-Sumatera, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansur, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo dan tokoh nasional, anggota DPR RI, Dodi Reza Alex dan anggota DPD RI.
No comments:
Post a Comment